Penjelasan Sistem Basis Data secara Lengkap

dari | 22 April 2017
sistem basis data

Sistem Basis Data, merupakan pembahasan arsaskafri.com pada kali ini, membahas mulai dari pengertian sistem basis data sampai dengan penguna sistem database. Sistem basis data untuk menambah wawasan kita sebelum merancang database yang dibutuhkan.

Pengertian Sistem Basis Data

Sistem Basis Data merupakan sekumpulan basis data dengan para pemakai yang menggunakan basis data secara bersama-sama, personil yang merancang dan mengelola basis data, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola basis data, serta sistem komputer yang mendukungnya.

Komponen Sistem Basis Data

Komponen-komponen utama penyusun sistem basis data adalah :

  1. Perangkat keras
  2. Sistem operasi
  3. Basis data
  4. Sistem pengelola basis data (DBMS)
  5. Pemakai (Programmer, User mahir, user umum, user khusus)

 Abstraksi data

Sistem basis data biasanya menyembunyikan detil tentang bagaimana data disimpan dan diperlihara. Oleh karena itu, seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.

Abstraksi data merupakan level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.

sistem data basis

Penjelasan :

Conceptual view merupakan pandangan yang berkaitan dengan permasalahan data-data apa saja yang diperlukan untuk disimpan dalam basis data dan penjelasan mengenai hubungan antar data yang satu dengan lainnya. Conceptual view dapat disetarakan dengan schema, dilakukan database administrator.

Physical view merupakan bentuk implementasi dari conceptual view, yaitu pandangan tentang bagaimana data disimpan dalam media penyimpan data.

User view dapat disejajarkan dengan sub-schema.

Penyusun sistem basis data

Sistem basis data merupakan lingkup terbesar dalam organisasi data. Sistem basis data mencakup semua bentuk komponen data yang ada dalam suatu sistem. Sedangkan basis data merupakan komponen utama yang menyusun sistem basis data.

tingkatan data pada sistem basis data

Tipe File

Tipe file yang digunakan dalam sistem basis data :

File induk (master file)

Ada 2 file induk :

  • File induk acuan (reference master file)

Recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya.

Contoh : file daftar gaji, matakuliah

  • File induk dinamik (dynamic master file)

Nilai dari recordnya sering berubah atau diupdate sebagai hasil suatu transaksi.

Contoh : file stok barang

File transaksi (Transaction file)

Disebut juga file input. Digunakan untuk merekam data hasil transaksi.

Contoh file penjualan barang

File laporan (report file)

Disebut juga file output. Berisi informasi sementara yang akan ditampilkan sebagai laporan.

File sejarah (history file)

Disebut juga file arsip (archieval file).

Merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidk aktif lagi, tapi masih disimpan sebagai arsip.

File pelindung (bacup file)

Merupakan salinan dari file-file yang masih aktf di dalam basis data pada saat tertentu Digunakan sebagai cadangan apabila file basis data yang aktf mengalami kerusakan atau hilang.

Bahasa basis data

Bahasa basis data merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam berinteraksi, yang telah ditetapkan oleh pembuat DBMS Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

Data Definition Language (DDL)

Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur tabel, dll.

Hasil dari kompilasi perintah DDL menjadi Kamus Data, yaitu data yang menjelaskan data sesungguhnya.

Contoh : Create, Modify report, Modify structure.

Data Manipulation Language (DML)

Berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data, yang berupa insert, update, delete, dll.

Ada 2 jenis, yaitu prosedural (ditentukan data yang diinginkan dan cara  mendapatkannya)  dan  non-prosedural (tanpa  menyebutkan cara mendapatkannya)

Contoh : dbase 3+, foxbase, SQL, QBE

Pengguna basis data

Secara umum dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

Database administrator

Orang yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan baik data maupun program.

Fungsi DBA adalah :

  • Mendefinisikan pola struktur basis data
  • Mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses
  • Memodifikasi pola dan organisasi fisik
  • Memberikan kewenangan pada user untuk mengakses data
  • Menspesifikasikan keharusan integritas data

Database user

Ada 4 pemakai basis data, yaitu :

  • Programmer aplikasi

Merupakan pembuat program aplikasi.

  • Casual User / Naïve User

Pemakai  yang  sudah  mahir,  berinteraksi  dengan sistem tanpa menulis program, tapi menggunakan query

  • End User

Pemakai  yang  belum  mahir,  tinggal  menjalankan aplikasi yang sudah dibuat oleh programmer aplikasi.

  • Specialized User

Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka pemrosesan data, namun untuk keperluan khusus seperti CAD, AI, ES, dll.

Demikian saja postingan arsaskafri.com kali ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf kalau ada salah. Terakhir kalau ada kritik, saran, dan pertanyaan boleh tulis dikolom komentar di bawah. Terima kasih.

Klik di bawah ini to Home

home

Silakan Bagikan:

One thought on “Penjelasan Sistem Basis Data secara Lengkap

  1. chocolate

    Asking questions are actually nice thing if you are not understanding anything entirely, except this post presents fastidious understanding yet.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*